WhatsApp Image 2018-11-25 at 17.21.03Kweku (sebutan orang Kebumen). kue tradisional yang biasanya dibuat ketika ada acara hajatan/mantu atau bisa dijumpai di pasar tradisional Kebumen. Orang Barat menyebutnya Red Tortoise Cake. Saya sejak kecil sampai sekarang sangat menyukai kue ini. Rasanya kenyal sedikit lengket dengan manis kacang hijau dan gula jawa yang sangat lembut. Kweku terbuat dari tepung ketan, santan, air, pewarna, fanili, gula jawa yang dicampur/diaduk sampai adonan kalis. Adonan dibuat piringan, ditengahnya dikasih nten-nten. Nten-nten terbuat dari campuran kacang hijau (telah digodok), gula jawa, parudan kelapa yang dikukus. Setelah piringan dikasih nten-nten, dibentuk bulatan bola dan ditaruh dicetakan yang telah diolesi minyak. Hasil cetakan ditaruh di atas daun pisang yang dibuat lingkaran dan dikukus.

Tugu Lawet Kebumen

Tugu Lawet Kebumen (Sumber : youtube.com)

Kebumen merupakan salah satu kabupaten kecil di Jawa Tengah. Pusat kotanya saja hanya sekitar Tugu Lawet sampai Alun-Alun Kebumen. Pusat perbelanjaannya saja belum termasuk Mall, hanya istilah Toserba atau Pasar Besar. Pasar Tumenggungan milik Pemerintah Kabupaten Kebumen, Rita Pasaraya dan Toserba Jadi Baru. Kebanyakan penduduknya naik Sepeda Motor ataupun Sepeda Onthel (Para Pelajar). Kotanya hanya begitu, tapi ngangenin karena tenang dan damai, serta belum begitu bising kendaraan.

Pantai Menganti Kebumen

Pantai Menganti Kebumen (Sumber : pinterest.co.uk)

Kini Kebumen mulai berubah sejak adanya Media Sosial. Tempat wisata di Kabupaten yang berslogan Beriman ini mulai dikenal oleh masyarakat Nasional maupun Internasional. Tugu Lawet Kebumen merupakan Tugu yang paling terkenal di Kebumen tepat di Bundaran Pusat Kota Kebumen. Pantai Menganti, pantai pasir putih dan bukit hijau serta pemandangan perahu nelayan yang dijuluki Selandia Barunya Jawa Tengah. Gedung yang sangat terkenal di Kebumen bahkan Mancanegara yaitu Benteng Van Der Wijck. Benteng yang didirikan Tahun 1818 atas prakarsa Jenderal Van den Bosch dari Belanda yang dijadikan tempat shooting Iko Uwais pada film The Raid 2 “Berandal”. Masih banyak lagi tempat wisata yang keren di Kebumen diantaranya wisata pantai (Pantai Lembu Purwo, Pantai Ambal, Pantai Setrojenar, Pantai Bopong, Pantai Suwuk,  Pantai Karangbolong (tempat sarang  burung lawet yang melegenda), Pantai Pasir, Pantai Surumanis, Pantai Logending), wisata Goa (Goa Jatijajar, Goa Barat, Goa Petruk), wisata Waduk (Waduk Wadaslintang dan Waduk Sempor) dan wisata kuliner (Sate Ambal dan Nasi Penggel serta Lanting (oleh-oleh khas Kebumen).

Meotel Kebumen

Meotel Kebumen by Dafam (Sumber : agoda.com)

Buktikan keindahan Kabupaten yang memiliki Fauna Identitas Burung Walet (Lawet) ini! Kalian bisa menginap di hotel yang paling keren dan terpercaya di Kebumen yaitu Hotel Meotel Kebumen (Dafam Group).

Hotel Meotel Kebumen beralamat : Jl. Ahmad Yani No.31 Kebumen 547311
Telp : (0287) 381 111
Harga : Rp.388.888 ++

Traveller cukup terkenal yang pernah berkunjung ke Kebumen diantaranya : http://www.len-diary.com/meotel-kebumen/ dan http://www.iqbalkautsar.com/.

 

Idul Adha Tahun 2018 ini jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018. Pertama kali merayakan Idul Adha di tanah perantauan tepatnya di Kota Semarang. Tak disangka liburan Idul Adha kali ini saya diajak teman SMP yang sekian lama tak bertemu. Dia datang dari Jakarta ke Semarang bersama teman kerjaanya.

Miniatur Lawang Sewu

Miniatur Lawang Sewu

Tempat yang kita kunjungi pertama adalah Pantai Marina Semarang. Pantai yang paling terkenal di Kota Semarang. Lokasinya berada di Kawasan PRPP Semarang. Tiket masuk hanya Rp.3.000,-/orang. Pantai ini tidak memiliki ombak yang tinggi, tidak seperti di daerah tempat tinggal saya di Kebumen. Kami sambil duduk di tepi pantai menikmati indahnya Pantai.

 

 

Pertunjukan Seni di Sam Poo Kong

Pertunjukan Seni di Sam Poo Kong

Kemudian kita berkunjung ke Klenteng Sam Poo Kong Semarang. Tiket masuk Rp.10.000,-/orangdewasa untuk masung komplek wisata dan Rp.28.000,-/orangdewasa untuk masuk tempat sembahyang. Ini merupakan Klenteng terbesar di Kota Semarang. Di dalam komplek Sam Poo Kong terdapat Klenteng (Tempat Sembahyang), Patung Laksamana Ceng Hoo, Pintu Besar, dan Patung-patung kecil Lain. Waktu kami berkunjung terdapat pertunjukan seni. Cukup merinarik perhatian pengunjung.

Miniatur Lawang Sewu (Belakang)

Miniatur Lawang Sewu (Belakang)

Tempat yang kami kunjungi berikutnya yaitu Lawang Sewu. Lawang sewu merupakan bangunan bersejarah di Indonesia yang berada di Kota Semarang. Merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun tahun 1904 sampai dengan 1907. Setelah kemerdekaan bangunan ini digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia atau sekarang PT. KAI. Masyarakat setempat menyebut bangunan yang megah dan terdiri dari dua lantai tersebut dengan Lawang Sewu (Bahasa Indonesia : Pintu Seribu). Padahal pintunya tidak ada seribu, namun memang jumlahnya sangat banyak. Bangunan ini terdiri dari 3 Bangunan Utama. Di salah satu dasar bangunan tersebut terdapat Ruang Bawah Tanah yang kata orang setempat Angker.

Tempat yang terakhir kita kunjungi, Museum Kota Lama Semarang di Old City Trick Art. Kita menikamati makan siang di sebelah museum, makan Ayam Geprek.

Terminal Purbalingga

Terminal Purbalingga

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah mengelola Terminal Penumpang Tipe B. Pelaksanaan pengalihan Terminal tersebut dari Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah per Januari 2017. Terminal yang telah diserahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebanyak 24 Terminal dengan rincian sebagai berikut :

  1. Terminal Penggaron, Kota Semarang.
  2. Terminal Bintoro, Kabupaten Demak.
  3. Terminal Purwodadi, Kabupaten Grobogan.
  4. Terminal Gagak Rimang, Kabupaten Blora.
  5. Terminal Sunggingan, Kabupaten Boyolali.
  6. Terminal Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
  7. Terminal Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo.
  8. Terminal Tegalgede, Kabupaten Karanganyar.
  9. Terminal Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
  10. Terminal Pilangsari, Kabupaten Sragen.
  11. Terminal Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.
  12. Terminal Baturetno, Kabupaten Wonogiri.
  13. Terminal Jatisrono, Kabupaten Wonogiri.
  14. Terminal Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.
  15. Terminal Madureso, Kabupaten Temanggung.
  16. Terminal Drs. Prayitno Muntilan, Kabupaten Magelang.
  17. Terminal Suronegaran, Kabupaten Purworejo.
  18. Terminal Nampurejo, Kabupaten Purworejo.
  19. Terminal Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara.
  20. Terminal Purbalingga, Kabupaten Purbalingga.
  21. Terminal Bumiayu, Kabupaten Brebes.
  22. Terminal Tanjung, Kabupaten Brebes.
  23. Terminal Kajen, Kabupaten Pekalongan.
  24. Terminal Banyuputih, Kabupaten Batang.

Terminal yang sudah pernah saya kunjungi (per tgl 27 Agustus 2018) yaitu Terminal Penggaron, Bintoro, Purwodadi, Gagak Rimang, Sunggingan, Kartasura, Sukoharjo, Tegalgede, Pracimantoro, Baturetno, Jatisrono, Purwantoro, Madureso, Purbalingga, Bumiayu, Kajen, dan Banyuputih.

Kami (Mr.Py, Mr. Sen dan Saya) mendapat tugas untuk melakukan perjalanan luar kota, kali ini menuju ke Kabupaten Batang dan Pekalongan selama 2 hari pada tanggal 7-8 Mei 2018. Kami berangkat dari Semarang pukul 09.00 WIB menggunakan 322. Tujuan pertama ke Terminal Banyuputih Kabupaten Batang, di sini kami berdebat tebal dengan Mr. Mug. Terminal ini cukup Luas dengan bangunan lama yang kurang bersih. Pukul 12.30 WIB kami melanjutkan ke Dishub Kabupaten Batang. Kami diterima Mr. Aris. Setelah maksud dan tujuan telah selesai, kami melanjutkan perjalanan. Kami sempat berhenti di Masjid Agung Pekalongan. Masjid yang cukup besar dan megah. Kami melanjutkan kembali ke Balai Perhubungan Wilayah Pekalongan. Kami menginap di Hotel Dafam Pekalongan.

pagoda avalokitesvara di vihara watugong

Pagoda Avalokitesvara

Ketika mudik ke Kebumen saya melewati sebuah bangunan bagus di sekitar Depan Kodam IV Diponegoro. Saya penasaran dengan bangunan tersebut. Pada hari Minggu, 18 Maret 2018 sekitar pukul 15.30 WIB, saya berangkat ke Bangunan yang bagus itu. Bangunan tersebut ternyata sebuah Vihara Buddha. Ya…. Vihara yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik, Semarang atau berada di Jalan Nasional Salatiga-Semarang lebih tepatnya di Depan Markas Kodam IV Diponegoro. Nama lengkap vihara ini Vihara Buddhagaya Watugong. Bangunan di komplek Vihara tersebut terdiri dari dua bangunan utama yaitu Dhammasala dan Pagoda Avalokitesvara. Dhammasala merupakan bangunan dua lantai, lantai dasar untuk aula pertemuan dan lantai atas sebagai tempat upacara keagamaan dan terdapat patung Sang Buddha. Pagoda Avalokitesvara merupakan bangunan seperti menara yang tingginya 45 meter dan ditetapkan sebagai Pagoda tertinggi di Indonesia. Beberapa bangunan yang ada di komplek Vihara Watugong yaitu Pohon Bodhi (pohon besar di dekat Pagoda), Watugong (batu alam asli berbentuk gong), patung buddha, tugu, dll.

Akses menuju lokasi Vihara : Menggunakan angkutan bus, anda dari Solo naik bus tujuan Semarang turun di Depan Makodam IV Diponegoro. Menggunakan kereta, anda naik kereta tujuan Stasiun Poncol Semarang kemudian naik Bus Trans Jateng / Trans Semarang tujuan Bawen, turun di dekat Halte Watugong. Menggunakan Pesawat, anda naik Pesawat tujuan Bandara Ahmad Yani Semarang kemundian naik Bus Trans Semarang tujuan Ungaran turun di Halte dekat Watugong.

Menikmati keindahan Vihara Buddhagay Watugong sebaiknya pada sore hari. Tiket masuk Vihara gratis, hanya kamu diminta bayar parkir kendaraan seikhlasnya.

 

Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung – LIPI merupakan salah satu UPT di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. UPT ini berlokasi di Jalan Karangsambung Km. 19 Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Balai ini berada di kawasan Cagar Alam Karangsambung. Karangsambung telah ditetapkan sebagai Cagar Alam Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dengan demikian bebatuan yang ada di Kawasan Cagar Alam Karangsambung harus dilindungi di bawah Undang-undang Cagar Alam. Karangsambung dikenal sebagai Lantai Samudera Purba yang muncul di permukaan. Karangsambung direncanakan menjadi Taman Geologi Dunia (Geopark). Sehingga tidak hanya berbasis pada aspek ilmiah saja, tetapi konservasi, edukasi, riset, rekreasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Sumber : https://karangsambung.lipi.go.id/ dan https://www.goodnewsfromindonesia.id