Lebaran Tahun 2020 / 1441 H jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020. Lebaran kali ini terasa berbeda dari tahun sebelumnya. Kenapa…..? Lebaran kali ini di saat masa Pendemi Covid-19. Para perantau dilarang mudik ke kampung halaman. Padahal mayoritas pemuda/pemudi di desa kami merantau di wilayah Jabodetabek. Sehingga Lebaran di kampung halaman di Kebumen sangat sepi. Acara berkeliling desa untuk hala bi halal sangat sepi. Tradisi Gerobagan yang biasanya diadakan pada hari Lebaran ke-2 tidak dilaksanakan. Pantai-pantai di Kebumen ditutup sementara pada musim Lebaran Tahun ini.

Pada hari Minggu, 14 Juni 2020 Pantai Setrojenar dibuka untuk warga lokal Kabupaten Kebumen. Kami juga tak menyia-nyiakan kesempatan langka ini saat masa Pandami Covid-19. Kami berangkat dari desa Indrosari sekitar pukul 06.00 WIB menggunakan kendaraan sepeda motor memakai helm dan masker. Dalam perjalanan kami disuguhi pemandangan yang sangat indah dan mnyejukan mata. Hamparan pertanian yang hijau ditanami jagung, singkong (daerah kamiĀ  menyebutnya “budin”), cabe (daerah kami menyebutnya “lombok”), dll. Pintu masuk Pantai Setrojenar sangat ramai. Banyak pengunjung yang tidak memakai helm dan tidak memakai helm. Sangat disayangkan hal ini di masa Pandemi. Para pengunjung tidak dikenakan tiket masuk alias gratis, hanya dikenakan Karcis Parkir Sepeda Motor sebesar Rp.3.000,-.

Pengunjung membludak. Mungkin sudah jenuh di rumah saat masa pandemi dan sudah kangen dengan suasana pantai. Pantai Setrojenar memiliki ombak yang cukup tinggi. Banyak ditumbuhi tanaman sehingga sangat nyaman untuk berteduh. Banyak dijumpai undur-undur laut atau yutuk. Biasanya di warung tepi pantai yutuk tersebut dibuat rempeyek. Selain peyek yutuk, terdapat juga Sate Ayam Ambal, Nasi Pecel, dll. Kami memesan Nasi Pecel, Tempe Mendoan dan Teh Manis seharga Rp.14.000,-. Kami cukup lama duduk di pasir tepi Pantai sambil menikmati deburan ombak dan makan kacang godog. Harga kacang godog Rp.3.000,-/kobok (Kobok : mangkok kecil khusus para penjual kacang tanah).

bibit buah

Tanam Bibit Buah di Indrosari. Foto : Dokumen Pribadi

Rencana menanam tanaman buah di Kampung Kebumen sudah cukup lama. Rencana itu hampir terwujud saat saya dan kakak saya di rumah ketika Tahun Baru 2020. Kami sudah mencari informasi lokasi penjualan bibit tanaman buah di sekitar Kabupaten Kebumen. Namun akhirnya gagal, karena saya keburu berangkat ke Semarang. Saat saya bersama istri ke Roworejo, saya tiba-tiba teringat rencana menanam tanaman buh-buahan yang tertunda. Pada tanggal 31 Mei 2020, kami akan membeli bibit buah di Kutowinangun. Saat mau berangkat ternyata hujan. Sehingga keesokan harinya pada tanggal 1 Juni 2020 pagi saat Hari Lahir Pancasila, kami berangkat ke penjual bibit tanaman di desa Mekarsari, Kecamatan Kutowinangun atau disebelah timur perlintasan Kereta Api Kutowinangun. Cukup banyak tanaman yang dijual di tempat tersebut.

Beraneka macam bibit tanaman buah maupun tanaman hias. Kami bertanya tanya harga tanaman buah, diantaranya bibit kelengkeng paling kecil harga Rp.40.000,-, bibit mangga Rp.40.000,-, bibit sawo ada yang Rp.35.000,- bahkan saya suka sekali melihat bibit sawo yang sudah berbuah seharga Rp.125.000,-. Rencana awal hanya ingin membeli bibit kelengkeng. Namun akhirnya kami membeli bibit buah kelengkeng, mangga dan sawo dengan total harga Rp.115.000,-.

Pada tanggal 1 Juni 2020 sore hari kami menanam bibit buah tersebut di samping timur rumah Bapak. Kami nenanam dengan peralatan seadanya berupa cangkul. Setelah ditanam kami siram dengan air yang cukup.

pernikahanku

Akad Nikah di Kebumen saat Covid-19. Foto : Dokumen Pribadi

Kita melangsungkan lamaran pada tanggal 16 November 2019. Pada saat lamaran, kita sudah tentukan rencana pernikahan di bulan Sya’ban atau sekitar bulan April 2020. Bulan Februari 2020, kami menentukan hari pernikahannya dan disepakatai pada tanggal 9 April 2020. Kami mengurus berkas persyaratan nikah pada tanggal 2 Maret 2020. Pihak KUA Kecamatan Kebumen memberikan jadwal akd nikah pada hari Kamis Pagi Pukul 08.00 WIB tanggal 9 April 2020. Pada hari Sabtu, 4 April 2020 keluargaku mengundang tentangga untuk melakukan pagar keliling rumah. Pada hari Minggu Pagi, 5 April 2020 keluargaku mengadaakan Tahlilan dan pada sore harinya sekitar pukul 14.00 WIB kami ke tempat calon pengantin putri untuk melakukan sarahan (seserahan) yang diaturkan Pak Slamet Munsorif.

Kami melangsungkan akad nikah pada masa pendemi Corona / Covid-19 pada hari Kamis Pagi Pukul 08.30 WIB tanggal 9 April 2020 di Dukuh Kaliwaluh, Ds. Roworejo, Kec. Kebumen, Kab. Kebumen. Protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah kami laksanakan seperti penggunaan sarung tangan, masker dan cuci tangan sebelum masuk rumah. Wali Nikah diwakilkan oleh Penghulu dan Saksi Pihak Calon Pengantin Pria yaitu Pak Kyai Agus Hisbullah. Proses akad nikah tidak berjabat tangan. Alhamdulillah cukup sekali tarikan nafas, proses ijab qobul dilaksanakan dan sah.

20200318_105342

Progres Pembangunan Bandara JB. Sudirman (18-03-2020). Foto : Dokumen Pribadi

Tahukah kamu dimana Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman berada …..? Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman berada di desa Wirasaba, Kec. Bukateja, Kab. Purbalingga. Sebelumnya bernama Banda Udara Wirasaba. Sejak 7 November 2016 berganti nama Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman.

Sejarah Singkat Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman. Pada Tahun 1938 Landasan dibangun Belanda. Tahun 1942-1945 dikuasai Jepang. Tahun 1946, pangkalan udara dikuasai Pemerintah Republik Indonesia dengan komandan pertama Sersan Mayor Udara Soewarno. Peresmian Lapangan Udara diresmikan oleh KASAU Komodor Udara Suryadi Suryadarma. Nama Pangkalan Udara Wirasaba diambil dari nama Pangeran Wirasaba yang merupakan Bupati Banyumas dan juga pendiri Daerah Tingkat II Purbalingga. Pada HUT TNI Angkatan Udara Ke-69 Tahun 2015, Lanud Wirasaba mendapat penghargaan sebagai Lanud Tipe C terbaik di bawah jajaran Komando Operasi Angkatan Uadara Wilayah I. Pada tanggal 7 November 2016, Lanud Wirasaba berganti nama menjadi Lanud Jenderal Besar Soedirman. Pada tanggal 17 November 2017, dilakukan MOU untuk pengusahaan Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman antara TNI AU, Perum LPPNPI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan PT. Angkasa Pura II (Persero).

TimePhoto_20200318_094143Pembebasan lahan pengembangan Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak Tahun 2019. Pembangunan jalan akses masuk Bandar Udara teleh selesai pada akhir Tahun 2019. Sementara pembangunan landasan pacu masih dalam proses konstruksi. Kantor dan Terminal Penumpang masih dalam tahap konstruksi. Pengerjaan fisik dilakukan PT. Hutama Karya dan konsultan PT. Virama Karya (Update 18-03-2020).